Minggu, 30 Maret 2008
Kis 2:42-47; 1Ptr 1:3-9;Yoh 20:19-31
Ya Tuhanku dan Allahku
Ketika Yesus menampakkan diri, para murid ada dalam ketakutan dan keraguan yang mendalam. Kepada para murid yang sedang ada dalam keadaan tidak damai itu, Yesus pertama-tama memberikan salam damai sejahtera-Nya.
Dalam keadaan tidak berdamai dengan diri sendiri, hal-hal baik dan pikiran-pikiran positif apalagi iman sulit untuk berkembang, untuk semua hal perlu bukti, yang sebenarnya bukan untuk suatu kebenaran, tetapi untuk meyakinkan diri. Demikianlah halnya dengan Tomas, salah seorang di antara para murid itu.
Namun, Yesus yang adalah sungguh Tuhan dan sungguh manusia mengetahui kelemahan kita dan mengetahui betapa kita menderita dan jauh daripada-Nya karena kelemahan itu. Ia ingin menyelamatkan kita karena cinta-Nya. Delapan hari kemudian Ia datang lagi, dan meminta Tomas mencucukkan tangannya pada lambung Yesus.
Sesudah pengalaman yang mendalam dengan Yesus akan kebenaran yang ia ragukan, Tomas berkata: “Tuhanku dan Allahku.” Yesus berkata kepadanya dan kepada kita saat ini: “Berbahagialah orang yang tidak melihat, namun percaya.”
Pengalaman Tomas yang diteguhkan imannya oleh Yesus, semoga menjadi pengalaman kita juga, jika kita mengalami keragu-raguan dan ketakutan. Semoga kita diberi keyakinan teguh untuk berani datang kepada Yesus, yang memahami benar kelemahan kita, dan berkat pengalaman itu beroleh iman yang semakin mendalam. (SK)
Doa
Ya Tuhanku dan Allahku, berilah kami iman yang teguh akan sabda-Mu dan kemauan kuat untuk mengikuti-Mu. Dengan demikian, kami mampu mengalami peristiwa hidup harian dengan hati damai. Semoga pengalaman kami akan dikau semakin hari semakin mendalam. Amin.
Pelita Hati
Semoga dalam keheningan batin yang mendalam kita mende-ngarkan sabda Tuhan bagi kita pada hari ini.